Baca2 soal perangsekan narkoba di berbagai tempat di Indonesia khususnya Jakarta ngeri juga ya.
Aku jadi inget temen2 yg masih suka dugem, apa mereka pernah juga berserempetan dengan barang2 setan penghancur indahnya kehidupan ini. Berhubung yg jadi sasaran utama adalah kalangan pelajar dan pekerja usia produktif. Yg jelas kalangan yg punya duit dengan tingkat iseng tinggi, paling gampang jatuh ke lubang neraka ini. Hati2 ya friend. Bukan hanya kamu yg hancur, tapi juga keluargamu.
Aku yakin gak banyak orang TLKM yang suka dugem. Paling2 yang statusnya single atau bulok (bujangan lokal) pada usia antara 30 – 40 thn dan tinggal di Jakarta, Batam, Medan, Surabaya, Jayapura dan Bandung aja yang masih rawan. Lhokseumawe gimana Miz? Hehe… Sobat yang satu ini, entah kenapa masih bertahan aja. Perlu bantuan hansip gak supaya bisa langsung menikah 😉 *kidding!

Hati2 ama status singlemu terutama kalo libido tinggi. Rumusnya, ditambah dengan gaya hidup sembarangan, pola makan tinggi gula dan lemak minus olahraga dan jarang silaturahim dengan keluarga, umur gak bisa diharapkan panjang. Seram kalo sudah waktunya tiba dan kamu masih belum bertobat.
Bahagialah yg sudah berkeluarga dan menyalurkan syahwatnya hanya pada tempat yg benar, mencapai surga dunia sudah separuh jalan terlampaui.

Kembali soal narkoba. Peringatan ini bukan hanya untuk kita2, tapi terutama untuk yang udah punya anak beranjak dewasa. Berhubung narkoba tidak saja rawan bagi keluarga broken home atau orang tua sibuk tak karuan, tapi bisa juga terjadi pada keluarga penuh cinta. Jadi aku nulis ini terutama untuk mengingatkan aku sendiri.

Pagi ini tetanggaku curhat tentang assessment jabatan yg baru dijalaninya. Hasil assessment itu padahal hanya bisa dipercaya sebesar 60%an, secara performansi yg diukur hanya pada saat test saja (diskontinu), tapi dikhawatirkan akan dijadikan dasar bagi program promosi karyawan di kantornya. dia cerita sebenarnya beberapa seniornya sudah memberi feedback yg bagus selama ini dan dia merasa punya potensi untuk naik jabatan. Nah kalo yang ini, tentu merupakan penilaian yg lebih valid karena pengawasan performansi kerja dilakukan secara kontinu.
Menurut pengalamanku sih, biasanya hasil assessment itu hanya dilirik sebagai data pendukung bila seseorang dicalonkan untuk menduduki jabatan tertentu. Bukan sebagai pertimbangan utama.
Yang utama tentunya ya bila ada sponsor yg mempertahankan kita habis2an di ajang sidang jabatan itu toh. Tentu sponsor yg sudah percaya pada performansi personil yg dibelanya.

Kembali pada topik awal, pada intinya aku menyabarkan tetanggaku bahwa pasti ada hikmah dibalik apa yang akan terjadi. Bila lulus asesment dan mendapat promosi, maka patut disyukuri. Namun bila tidak mendapat itu semua pun, maka tetap harus disyukuri, karena mungkin itu yang terbaik bagi kita menurut Allah. Hanya kita belum mengetahui rahasia apa yg tersembunyi dari mata kita. Jadi usah resah gelisah lah, pah, mah.

Lagipula mendapat promosi itu juga bukannya enak kok, malah makin besar tanggung jawab yang harus dipikul. Bila kapasitas kita sudah sangat besar untuk dapat merangkul keluarga dan pekerjaan sekaligus, it’s ok. Tapi bila salah satu jadi terbengkalai dan bila yang dikorbankan adalah keluarga, berhenti dulu di situ. Perhatikan racauan si gila di bagian atas tulisan ini.
Mungkin ada pesan yang ingin disampaikan Tuhan kepadamu yang semuanya demi kebaikanmu.

Aku punya adik di Canada sana, entah apa yg dipikirkannya ketika dia membaca Indonesia sudah menjadi negara konsumen, produsen dan negara transit terbesar ketiga di bidang peredaran narkoba setelah China dan AS. Mungkin dia khawatir pada para keponakannya. Tenang sis, kami akan menjaga keponakan2mu sebaik2nya kami berjanji. Gila kalik. Bibinya aja khawatir, mosok orang tuanya enggak.

:p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s