Hmmm… rasanya kalau ngimpi jilid sekian ini tidak segera dituangkan, isi kepala ini bisa berputar-putar terus sepanjang perjalanan pergi dan pulang ke kantor.  Jadi aku musti tulis di sini supaya nanti bisa tidur, lumayan kan 2 jam kalo kena macet :p

Setelah di rumah baru nanti, aku memutuskan sudah saatnya bermanfaat bagi lingkungan luar rumah.

Aku pingin bikin Klub Hijau di komplek perumahanku nanti.  Klub ini menerima anggota yang :

–  mau memberikan sampah yang dihasilkan dari rumah tangganya untuk didaur ulang di klub, dan

–  membayar iuran pengelolaan sampah klub hijau. 

Uang ini  dipakai untuk mendanai peralatan dan bahan baku aktivator green composter yang bisa mengolah limbah basah menjadi kompos, dan untuk gaji pekerjanya.  Harga komposter sekitar 15jutaan, aku pernah lihat di http://www.kencanaonline.com.  Pekerjanya akan ditraining untuk mengoperasikan komposter, tapi dia juga punya tugas mengumpulkan sampah sekomplek 3 hari sekali.

Sebagai timbal baliknya, setiap anggota berhak mendapatkan jatah kompos gratis sebanyak sekian karung 5 kiloan setiap bulannya untuk membuat taman di halaman rumah masing-masing semakin asri.  Yang di rumahnya nggak punya tanah serapan, disumpah serapahin  *kidding*.

Kalau perlu lebih banyak dari jatah, kompos karungan bisa dibeli.  Uangnya masuk kas klub untuk biaya operasional klub hijau.  Kompos lebih yang dihasilkan disumbangkan ke developer untuk dimanfaatkan pada taman di komplek yang dipelihara developer.  Oh ya, sebelumnya Klub juga kan harus minta izin developer memanfaatkan tanah kosong yang bisa dipakai untuk pengumpulan limbah dan operasi komposter.

Supaya mencegah bau tersebar, di sekeliling tanah kosong akan ditanamin pohon kopi yang akan dipupuk banyak-banyak dengan kompos yang dihasilkan supaya cepat tumbuhnya.  Selain pohon kopi, bisa juga tanaman zodia buat ngusir nyamuk dan tanaman lain yang bunganya wangi-wangi.

Rencananya, kegiatan awal adalah masuk ke rapat RT/RW memperkenalkan diri sebagai penghuni baru, kemudian mempresentasikan ide ini ke tetangga-tetangga untuk mendapat persetujuan dan masukan lain (boleh nggak ya pinjem infokus kantor hihihi). 

Kedua, bikin stiker yang bisa ditempel di tembok dapur, yang isinya himbauan untuk memilah sampah yang basah dengan yang kering dan dengan yang 3B (Bau Banget Bo) Bahan Beracun Berbahaya.   Stiker ini dibagikan pada seluruh rumah di komplek.  Hmm.. bikinnya pake modal sendiri dulu kalik.     

Nantinya, sampah kering bisa diambilin langsung sama pemulung yang datang, jadi mereka nggak perlu repot ngorek-ngorek.  Duh suka kesian deh liatnya.. masak sih manusia diperlakukan sama kayak kucing.  Hormati dan bantu dong para pemulung, kan mereka sudah membantu ikut memecahkan masalah sampah rumah kita. 

Ide ini nggak original, tapi aku mau kemas dalam bentuk yang bisa diterima oleh orang perumahan yang biasanya cuman  ngandelin truk sampah yang datang seminggu sekali untuk mengangkut sampah yang dihasilkan rumahnya.

Cuman ini…anu… mudah-mudahan aku nggak males pada saatnya nanti ya. Proyek ini kan harus dikawal konsisten. Cuman penyakit aku nih kadang kalo udah kena setan males dan apatis, jangan ditanya deh.  Mudah-mudahan nanti ada yang mengingatkan niat ini ya (to ayah: Thanks, hon 😉 hihihihihi)

Iklan

9 pemikiran pada “Klub Hijau

  1. Wah idenya menarik juga nih .. soalnya selaku Pengurus RT di komplekku aku juga lagi pusing nih mikirin sampah …. Kalau boleh tahu dimana tepatnya proyek ini akan dijalankan?

    Regard,s

    Daduk (Bogor Country)

  2. @Lies: kapan tepatnya open housenya? nanti disempetin mampir insyaAllah.

    @Daduk: rencana ini baru akan dijalankan setelah saya agak comfy dengan penduduk di perumahan yg baru akan saya tinggali (Griya Telaga Permai – Depok) per 1 April 2008.. masih lama ya.. tapi kalo mau cari info, di kencanaonline.com ada banyak berita yang bisa dibaca mengenai lokasi2 yang telah berhasil mengimplementasikan komposter. O ya nanti kalo sudah mulai implementasi kabari aku ya..
    Thank you 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s