Putri sulung Qomm akan berusia 4 tahun Desember tahun ini.  Artinya, sudah saatnya bagi Qomm dan suaminya untuk memikirkan masalah sekolah anak.  Karena dahulu mereka berdua sudah bertekad untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan melancarkan prosesnya semaksimal mungkin, sebagai konsekuensi mereka jadi perlu mencari rumah tinggal baru yang lokasinya seperjalanan kaki dari sekolah anak-anaknya.  Rumah yang sekarang ditempati masih kontrakan.  Bukan karena belum memiliki rumah sendiri, tapi karena rumah yang telah dibeli lingkungannya belum cocok untuk tumbuh kembang anak.  

Melalui penyelenggaraan proyek pindah rumah mendekati sekolah anak ini, Qomm mempraktekkan ilmu menyesuaikan diri dengan perubahan.  Qomm tak ingin menjadi orang yang lembam dan lalu terjebak dalam kelembamannya.  Qomm tidak ingin menjadi orang yang hanya berencana sesuatu yang ideal namun lemah implementasinya.

Memikirkan kerepotan dan dampak hidup nomaden, maka Qomm dan suaminya memutuskan untuk mencari sekolah yang lengkap rangkaiannya, minimal PG-TK-SD agar mereka bisa tinggal cukup lama di suatu tempat.  Oleh karenanya perlu dicari rumah yang ideal.  Pertimbangan kedua adalah lingkungan yang ideal untuk tumbuh kembang anak.  Nasihat seorang bijak pada Qomm, bila mencari rumah tinggal, lihat dulu tetangganya, supaya tidak jadi culture shock.

Pertimbangan ketiga, adalah akses perjalanan ke luar perumahan.  Harus ada moda transportasi umum yang layak.  Keempat, bahwa rencana pindah ini harus disetujui seluruh anggota keluarga termasuk teteh pengasuh anak-anak. 

Pendapat teteh sebagai anggota keluarga tidak pernah diabaikan.  Qomm maklum, di rumah sekarang temannya sudah banyak, dan di tempat baru nanti semuanya akan memulai hidup baru dengan tetangga baru dan teman-teman baru pula.   Jadi mental semua orang harus dipersiapkan. 

 Qomm selalu mendidik seluruh anggota keluarga untuk luwes menghadapi perubahan, dan senantiasa berdialog membahas masalah yang ada dan mendiskusikan solusi-solusinya hingga semua sepakat.   

Bagi Qomm, rumah adalah suatu kondisi ketika mereka  tinggal bersama saling menyayangi satu sama lain sebagai keluarga, di mana pun mereka berada: di kampung di kota di sawah maupun di hutan, suka maupun duka, dalam kesulitan ataupun kesenangan.  

Qomm dan suaminya selalu yakin dalam hati bahwa selama mereka ada untuk satu sama lain, maka mereka sudah ‘berada di rumah’.  Untungnya, anak-anak sepertinya mengadop keyakinan ini, sehingga kemanapun mereka pergi, mereka selalu bisa buang air besar dengan nyaman. 

____ 

Selama satu minggu Qomm dan suaminya mencari sekolah yang cocok dan rumah baru untuk dikontrak.   Ya, mengontrak lagi.  Untuk membeli rumah uang tabungannya masih belum cukup, karena baru saja didebet untuk ongkos haji orang tua mereka, yang sudah diniatkan semenjak lama.

Karena merasa cocok dengan metoda sekolah alam, maka Qomm dan suaminya membatasi pilihannya hanya ke beberapa sekolah tertentu yang masih berada di kotanya.    Ada satu sekolah yang disukai, dan ada perumahan yang letaknya sangat dekat dengannya.   Perumahan itu terawat baik, jalannya rata dan lingkungannya asri.  Ada mesjid yang cukup besar dan bersih dengan taman yang terawat.  Rumah-rumahnya sebagian besar sudah dihuni pula.  Qomm jatuh cinta sudah, dan bertekad untuk tinggal di sana.

Berputar-putar di lokasi perumahan, Qomm tidak melihat pengumuman ‘rumah dikontrakkan’ terpasang di depan satu rumahpun.

Menyerah, Qomm dan suaminya menanyakan harga jual rumah kepada kantor pemasaran.  

Qomm dan suaminya tercenung.  Waktu yang tersedia tinggal beberapa bulan lagi sebelum kontrakan mereka habis, dan tabungan yang cair tidak cukup untuk membeli rumah baru walaupun itu untuk DP.  

Walaupun tidak punya uang banyak, tapi Qomm dan suaminya menginginkan rumah yang cukup luas tidak seperti sarang burung.  Ia ingin anaknya memiliki tempat untuk bermain dan tiap anggota keluarga bisa memiliki privasi yang cukup.

Qomm dan suaminya memutar otak dan menggali harta mereka yang mungkin masih bisa dicairkan.  Untuk memenuhi jumlah DP mungkin mereka perlu mencairkan asuransi yang belum jatuh tempo, menjual perhiasan emas mahar mas kawinnya dulu dan mencairkan deposito yang hanya sedikit.  Selain itu Qomm masih perlu meminjam uang ke koperasi kantornya, dengan memotong gaji bulanan. 

Setelah berusaha mengumpulkan semua itu, Qomm dan suaminya bertawakkal kepada Allah.  Jumlah uang yang terkumpul mungkin baru cukup untuk DP, belum pajak dan biaya lain-lainnya.  Tapi Qomm berdoa dan yakin Allah akan mendengar doanya dan melihat niat baiknya untuk memberikan yang terbaik bagi amanah-Nya.  Jalan paling akhir yang belum ditempuh adalah minta pertolongan pinjaman uang pada sanak saudara, tapi itu jalan yang paling tidak disukai Qomm dan suaminya, dan hanya akan ditempuh bila tidak ada lagi sumber lain lagi. 

Qomm  masih berusaha mencari-cari rumah yang dijual di wilayah itu melalui iklan koran dan internet, ketika  doa Qomm terjawab.  Ada satu rumah di perumahan yang diinginkan Qomm, yang dijual secara over kredit.  Luas tanahnya masih bisa untuk pengembangan rumah.  Harganya pun masih bisa terjangkau, dan sisa cicilannya masih terjangkau oleh Qomm dan suaminya.  Allahu Akbar!  

Qomm langsung memutar nomor kontak dan langsung berbicara dengan istri pemilik rumah, ibu Hadi.  Ibu Hadi bilang, memang menjual rumah itu gampang-gampang susah.  Rumah itu masih tersedia belum ada yang menawar, dan bila cocok, harganya juga bisa turun sedikit dari yang tertera diiklan.  Dibayarnya pun tidak perlu kontan.   

Tugas Qomm belum selesai, ia masih harus memberitahu kabar tersebut pada suaminya.  Bila suaminya masih keberatan dengan pilihan Qomm, bisa bubar lagi semuanya.  Namun seperti diduga, suami Qomm menyetujui semuanya.  Pilihan sekolah anak, perumahannya, harganya, cara pembayarannya, luas tanahnya, semuanya. 

Qomm bertakbir dalam hati, tak henti-henti.   Ia tahu, Allah telah mendengar niat baiknya, dan membuat semuanya mudah untuk Qomm dan suaminya. 

Mungkin mereka tidak perlu berpindah rumah lagi kini,  walaupun masih ada kemungkinan suami Qomm  atau Qomm sendiri mutasi ke luar daerah.  Tapi itu soal nanti.  One step at a time. 

Perubahan, akan selalu tetap ada.  Selama kita bertawakkal, perubahan tidak akan pernah mengganggu kenyamanan hidup kita.  Karena Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya.  Itu pasti.    

—— 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s