Halo semuanya… lemes nih lagi ngedrop.. mungkin karena mimpi semalam terlalu seru.. ungkitan masa lalu yang doyan mampir.. duh, indah sih.. tapi kan nggak bisa diulangi lagi.  Lho kok malah jadi nyalahin mimpi sih, padahal mungkin aja karena sepulang kerja kehujanan yang basahnya bener-bener basah luar dalam.  Hebat (alhamdulillah ding)  masih bertahan cuman meler idung… berkat biji jintan hitam yang senantiasa menemani saat buka dan sahur.

Mau cerita soal minggu-minggu yang baru berlalu tanpa entrian blog (bener nggak sih bahasanya.. abai dulu ah).  Minggu itu benar-benar sibuk sehingga ngusap idung yang lagi meler pun nggak sempat… *jk…

Walaupun sudah diantisipasi sebelumnya tentang kedatangan due date audit internal di seluruh lini Divisi Infratel, tetap aja kita nggak percaya bakal dilaksanakan.  Karena maksa sekali deh.. di saat dapur harus bekerja keras mempelajari menu baru yang ditetapkan majikan perusahaan,  belom tentu juga langsung ahli, dan tetap harus menyajikan makanan lezat bagi para customer ..  masih harus didatangkan kritikus ahli intai untuk menilai proses hingga produk… auuuuuu!  Apa karena laper metaforanya jadi ke makanan haha..

Gilanya lagi, seseorang, yang baru saja mendapat pelatihan superpadat 4 hari jadi auditor (mutu karbitan tentu), mendapat penunjukan sebagai lead auditor.. okelah kalo ‘lead’ dimaksud adalah semacam logam besi/grafit untuk pensil dan bukannya leader/pemimpin.  Jadilah seseorang itu tidak sempat mengunjungi blog, miliknya maupun orang lain, karena harus memimpin para tukang intai itu yang semuanya sudah jauh lebih senior dan jam terbang tinggi.

Dari semua yang terjadi, kesimpulannya sih tidak ada masalah berarti.  Modalnya Pe-De aja, orang bisa bilang mungkin udah bawaan lahir padahal nggak juga.  Liat aja Freddy Mercury, gimana nggak super pede dia kalo lagi tampil, tapi ternyata dia sangat pemalu.  Mungkin seperti itulah si lead auditor itu.. pede karena kepepet.  Ralat, karena tanggung jawab yang melekat.

Jadi ini ada quote baru :

Getting promoted is nothing grandeur, it just means more responsibility” -Dina A Wulandari-

Gimana caranya mau jadi ibu dan istri yang disayang keluarga, masih menjadi tantangan hingga kini…….

Iklan