Tersuruk hati ini, di belukar marahmu,
Tertusuk pedih ini, di prahara amukmu
Ananda, bila Dia izinkanku bersujud,
Bunda ingin bersimpuhsujud di dadamu
Tuk redakan benci dendammu
Pada sosok yang tak hadir
Saat kau terjatuh terluka butuh pelukku
Anandaku sayang, manisku kesayangan bubu,
Hanya pahit di lidahku, saat kau tak inginkan susu
Hanya basah di mataku, saat kau lari dari jangkauanku

Tak ada emas yang mengganti seribu tawamu
Bila telinga ini merindu

Tak ada pangeran yang menyalin senyummu
Bila mata ini merindu

Sayang, kita habiskan berdua saja, malam ini?
Pertama dengan tangismu,
lalu dengan tangisku
Saat kau lelah dan tertidur karena aku
Yang tak pergi-pergi dan mengesalkanmu
Karna kau inginkan dia, penggantiku yang pandai mengambil hatimu

Sayang, kita habiskan berdua saja malam ini?
Walau aku kurang ajar berada bersamamu tanpa izinmu,
Memelukmu tanpa inginmu,
Menciummu dengan bibir kasarku
Mencengkerammu tuk tak menjatuhkanmu, dari rontaanmu

Sayang, aku ingin berdua saja denganmu malam ini
Akulah perawat yang terbaik bagi jiwamu
Disaat kaulah penyembuh lukaku
Akulah jalanmu ke surgamu
Saat kaulah wildan bidadari hatiku

Iklan