Bau Asin.        

           Pasir Pantai.                   

                             Suara Lembut Gelombang Laut, dan           

           Masa Muda.

Ahh….

adonan sempurna latar belakang cerita

romantis 

dan berjuta harapan masa depan.

                  

               Wangi oleh tekad dan aroma nekat. 

(Entah mengapa bau asin laut selalu mampu memicu hormon optimis romantis dalam otakku

Apakah itu karena kelepak lembut camar laut? 

Apakah itu karena rute tujuan para perahu yang melulu garis lurus?

Ataukah itu bagian impian masa muda yang kini pupus?) 

Laut lepas selepas mata memandang

Tanpa hambatan, tanpa tautan

Bila kau ingin mengambang, atau tenggelam,

itu urusanmu dan itu pilihanmu.

Di sini tak ada orang tua atau dogma yang

menghalangimu berbuat sesuatu yang kau mau.

Tidak, kau tak ingat mereka, saudara-saudaramu atau orang tuamu.

Yang ada hanya kau,

dia,

laut,

dan Yang Menciptakan kalian berdua di tempat ini

hanya untuk satu tujuan. 

Gempitalah Cinta.

Iklan

2 pemikiran pada “Catatan Pulau Bidadari

  1. di datel kan lagi ‘perang’, bukan begitu bukan? mana bisa mellow2. gimana penilaian best datelnya. mudah2an telkom menang.

Comments are now closed.