Karena sebel dengan acara TV gratisan yang mungkin karena gratisan jadi programnya dibikin asal dan banyak sisipan iklan, dan memperbodoh yang menontonnya, maka. 

Diparafrase ulang :  karena didorong oleh keprihatinan mendalam atas content televisi untuk anak-anak yang sangat tidak mendidik, maka. 

YIPPEEEEE!!! Akhirnya kita masang TV Kabel! Hihihihi norak ga sih,……….  Rumah kita jadi kayak hotel bintang 5 :p 

Setelah survey dan membandingkan dua vendor yang available di pasaran (sorry banget, TelkomVision masih susah dicari di Bogor atau Cibinong), akhirnya bismillah, aku daftar ke Indovision (TM).  Walaupun ada protes karena ada yang kepentingannya terabaikan (ga ada Liga Inggris bo!  Ternyata acaranya diambil sama Astro!) tapi ditimbang-timbang dari jumlah channel dan biaya berlangganan, dan mengingat televisi selalu dikuasai anak-anak, maka, jadilah kita memilih merk yang satu itu. 

Ada satu channel ’kupu-kupu’ yang sangat disenangi Yasmin dan Salman, karena kulihat isinya memang diperuntukan khusus untuk bayi hingga balita, dengan penanganan gambar, musik yang halus dan menarik, dan sesuai dengan tahapan perkembangan psikologi anak.  Udah pernah liat BabyTV blom? Bayi banget kan? Tapi tetap aku hati-hati dalam membimbing anak-anak ketika menonton acaranya, tetap menghubungkan dengan dasar-dasar akhlak dan agama yang kami peluk.  Karena, yang bikin isi acaranya orang Yahudi semua!  Dasar mereka memang makhluk Allah yang pintar-pintar!  Subhanallah… 

Aku nggak keberatan anakku nonton BabyTV di sela waktu bermain mereka.  Karena ada Parental Lock, jadi aku juga nggak khawatir anakku nonton acara yang nggak sesuai dengan umur mereka. Hihihi… tiap kali pindah channel yang nggak cocok untuk anak-anak, warna layar langsung biru…..

Iklan

2 pemikiran pada “BabyTV

  1. Setuju, sebaiknya dampingi anak2 nonton TV, aku hanya memberi waktu maksimal 1,5 jam bagi anak2 nonton TV, kami orang tua jg nontonnya nunggu anak2 tidur.

  2. hihih.. iya lis… giliran anak-anaknya dah gede an dikit dan tahu dari lingkungan… nah lhoo… dia akan berkata.. wah dulu ibuku gak ngasih nonton tv

    sama seperti waktu kita gak boleh makan eskrim… giliran dapat uang saku dari orang lain… jadi bisa beli sendiri dehh eskrim nyaa

Comments are now closed.