Dalam sistem organisasi, ada backup system berupa mekanisme penunjukan POH di kala manager berhalangan hadir di kantor.    Tapi di kala manager tidak hadir karena demotivasi, …. selama 2 minggu?

Di antara para Oji, 3 bapak2 dan 1 ibu-ibu, penunjukan POH sering kali jatuh ke yang ibu-ibu.  Padahal para Oji lain dari segi manapun ditinjau, lebih senior.  Sebagai penambah kolom keterangan, manager di sini perempuan.

Mencoba-coba menebak alasannya, kira-kira apa ya…  Ini ada beberapa jawaban yang mungkin klop: 

  1. Isu talent pool :  dari kriteria tingkat pendidikan yang diakui, mungkin baru satu yang memenuhi, jadi tidak ada pilihan lain.
  2. Isu load pekerjaan : karena dianggap load pekerjaannya rendah, maka tidak apa bila jabatan POH dibebankan padanya.  (Padahal siapa bilang load kerjaan rendah..😦 huh! nyesel juga cepet2 beresin tiap kerjaan yg dateng)
  3. Isu sanksi : karena Oji perempuan sering terlambat datang, tapi tidak pernah terlambat pulang, maka dihukum mengerjakan pekerjaan lebih banyak dari pekerjaan yang menjadi corenya. 
  4. Isu gender :  berhubung managernya perempuan, maka pemeran penggantinya  perempuan juga (jadi rasanya sama : cerewet, kejam, subyektif dan moody)
  5. Isu yang paling nggak bisa diterima: karena dianggap bisa meredakan keadaan perseteruan manager ini dengan lawannya di kantor.   

Please deh…