Tatkala seluruh hijab tersingkap, ternyata yang dijumpai adalah wujud dirinya.  
Burung-burung pun saling bertanya dan terkagu
m-kagum, “Lho kok aku sudah ada disini?” begitu gumam mereka dalam hati. Seolah-olah mereka berada di depan cermin sehingga yang ada adalah wujud dirinya.  

Maka datanglah suara lembut menjawabnya,
“Mahligai Simurgh ibarat cermin, maka siapapun yang sampai pada mahligai ini, tidak akan melihat wujud selain wujud diri sendiri.

Perjumpaan ini di luar angan dan pikirmu, dan juga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, namun hanya dapat dirasakan dengan rasa. Karena itu, engkau harus keluar dari dalam dirimu sehingga engkau menjadi sosok pribadi Insan Kamil.” 

Akhirnya, mereka memahami hakikat dirinya, setelah melewati tahapan fana’ billah hingga mencapai puncak baqa’ billah.
Maka hilanglah sifat-sifat kehambaan dan kekal  dalam ketuhanan.
 

Penulisnya, Faridu’Din Attar, lahir pada tahun 1120 Masehi, dekat Nisyapur di Persia Barat Laut dan meninggal pada tahun 1230. Karya ini telah diterjemahkan lebih dari enam bahasa di dunia. Terjemahan dalam bahasan Inggris dilakuan oleh C.S. Nott dengan  judul The Conference of the Birds.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s