Perjalanan panjang telah dimulai, perbekalan telah disiapkan. Burung Hud-hud yang didaulat menjadi pemimpin mereka telah mengatur persiapan, dengan membagi rombongan menjadi beberapa kelompok.

Setelah perjalanan cukup lama menembus lorong-lorong waktu, kegelisahan mulai datang menimpa mereka.

“Mengapa  perjalanan sudah lama dan  jauh, kok tidak sampai-sampai?” guman mereka di dalam hati.

Mulailah mereka dihinggapi rasa malas karena menganggap perjalanan terlalu lama, mereka bosan karena tidak lekas sampai. Perasaan mereka diliputi keraguan dan kebimbangan.

Kemudian sebagian burung ada yang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Namun burung-burung lain yang masih memiliki stamina kuat dan himmah yang tinggi tidak menghiraukan penderitaan yang mereka alami, dan melanjutkan perjalanan yang maha panjang itu.

Tiba-tiba rintangan datang kembali, terpaan angin yang sangat kencang menerpa mereka sehingga membuat bulu-bulu indah yang dibanggakan  berguguran.

Kegagahan burung-burung perkasa pun mulai pudar. Kedudukan dan pangkat yang tinggi sudah tidak terpikirkan. Berbagai macam penyakit mulai menyerang mereka, kian lengkaplah penderitaan yang dirasakan oleh para burung tersebut.

Badan mereka kurus kering, penyakit datang silih berganti membuat mereka makin tidak berdaya. Semua atribut duniawi yang dulu disandang dan dibanggakan, sekarang tanggal tanpa sisa, yang ada hanyalah totalitas kepasrahan dalam ketidak berdayaan.

Mereka hanyut dalam samudera iradatullah dan   tenggelam dalam gelombang fana’.   Pada akhirnya cuma sedikit dari mereka yang benar-benar sampai ke tempat yang teramat mulia dimana Simurgh membangun mahligainya.

Dari ribuan burung yang pergi, tinggal 30 ekor yang masih bertahan dan akhirnya sampai di gerbang istana Simurgh.  Namun  kondisi mereka sangat memprihatinkan, tampak gurat-gurat kelelahan di wajah mereka. Bahkan bulu-bulu yang menempel di tubuh mereka rontok tak bersisa.

Di sini terlihat, meski mereka berasal dari latar belakang berbeda, namun pada proses puncak pencapaian spiritual adalah sama, yaitu dalam kondisi telanjang bulat dan lepas dari pakaian basyariyah..

Kemudian di depan gerbang istana mereka beristirahat sejenak sambil mengatur nafas. Tiba-tiba datang penjaga istana menghampiri mereka, “Apa tujuan kalian susah payah datang ke istana Simurgh?” kata penjaga istana.  

Serentak mereka menjawab, “Saya datang untuk menghadap Maharaja Simurg, berilah kami kesempatan untuk bertemu dengannya.”

Tanpa diduga, terdengar suara sayup-sayup menyapa mereka dari dalam istana, “Salaamun qaulam min rabbir rahiim” sembari mempersilahkan mereka masuk ke dalam.

Lalu mereka masuk secara bersama-sama.

Kemudian terbukalah kelambu hijab satu demi satu yang berjumlah ribuan. Mata mereka terbelalak memandang keindahan  yang amat mempesona, keindahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

(Subhanallah………to be continued)

Iklan

2 pemikiran pada “Musyawarah Burung… (3)

  1. D, aku selalu ingat perasaan waktu ‘jatuh cinta’, mungkin kalau kita bertemu denganNya, kita akan mengalami perasaan indah yg lebih dari sekedar ‘jatuh cinta’.

  2. Tapi untuk melepaskan atribut dunia dan pasrah dalam kepapaan amatlah susah bagi kita yang sudah terbiasa hidup dalam kesenangan dan kesehatan.
    Bayangkan saudara2 kita yang terkena musibah, kehilangan segalanya, harta.. orang2 tercinta… bahkan mungkin bagian dari panca indera/tubuhnya… tapi tetap tabah tawakkal.. mungkin merekalah yang pertama kali dapat bertemu dengan-Nya..
    Apakah kita iri pada mereka? nggak kan? kita selalu tidak siap menghadapi semua itu, sampai suatu saat Dia menunjuk kita untuk mengalami sendiri semuanya…
    Bila sampai terjadi, aku ingin mengingat tulisan ini supaya tetap tabah dan tawakkal, karena itu berarti kita semakin dekat dengan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s