Honey, ketika dia bilang “I wish you write a lot more about your life story..”  telah membuat D membaca kembali blognya.  Memang, rasanya ada yang hilang.  Kurang berbumbu, kurang menggigit, kurang… berjiwa.

Kalo D bilang di sini, D sukaaa banget sama Plecing Kangkung, will it help? hihihi

Itu sudah mewakili sesuatu yang berbumbu, menggigit (karena puedas) dan kemampuan untuk memiliki hobby hanya dimiliki oleh sesuatu yang berjiwa.. eh salah ya?  berakal maksudnya :p

Weekend yang baru lalu, seperti biasa, tugas2 dapur kembali menjadi beban POH PRT yang bersahaja ini.  Tiba-tiba terbayang keindahan pantai Senggigi yang eksotis dan lambaian daun kelapanya yang mengajak untuk menikmati Plecing Kangkung… 

Hmm.. tak ada yang menyangka kan kalo D bisa masak?  Sama dong…  kite juga kaget  :p 

Gorengan ikan gurame plus kecap Bango (TM) (ini baru kecap), walaupun tak dapat menggantikan tempat Ayam Taliwang di sisi Plecing, dapat dinikmati oleh para pelanggan D yang setia di rumah.  Tak heran, nasinya ditanak dengan menambahkan daun salam yang wangi itu.. Dan airnya agak banyak, jadi nasinya lembut dan tak harus dikunyah oleh  Salman, si kecil yang gerahamnya baru tumbuh sepasang itu.

Cara memasaknya, kangkung dan toge dikukus (atau direbus, ini hanya soal pilihan cara) lalu dibiarkan dingin.  Untuk sambalnya, ceburkan ke dalam cobek cabe merah dan cabe rawit sekuat napsu makanmu, bawang merah sedikit, garam sedikit, terasi bakar secukupnya, dan tomat apel (really, tomat atau apel?) yang besar satu buah.  Uleg semua hingga setengah hancur.  Lalu peras jeruk limau di atasnya hingga tambah pedih perih.. pada tangan yang mengulegnya hihihi.. panasnya masih kerasa sampe sekarang bo’.

Lalu, tebarkan di atas kukusan kangkung dan toge yang telah menunggu pasrah di dalam lodor..  tambahkan kacang suuk goreng kalau ada, tapi jangan tambahkan kalau tidak ada.  

Buat menambah meriah, ada goreng emping yang renyah.  Nyammm kriuk kriuk… 

Mendengar namanya di sebut saja, plecing sudah membangkitkan selera, apalagi kalo dibikin untuk makan sore.. hmm.. yumm..

(Di rumah, acara makan hanya ada 2 kali, pagi/siang dan sore.  Setelah jam 7 tidak ada lagi acara makan berat … adanya ngemil.. hahahaha 😀 jarang-jarang kok…) 

Paling senang memandangi suami menikmati sepiring besar hidangan dan anak-anak disuapi dengan gampang.  Kenikmatan menjadi ibu ya beginilah,..  D tak menginginkan yang lebih.

Tak terbayangkan kalau weekend harus diisi dengan acara ‘me time’, jalan-jalan dengan teman sekantor tanpa keluarga..

O ya D belum cerita yang ini:

Minggu lalu sewaktu Sharing Patriot 135, boss menanyakan apakah uang rekreasi yang menjadi hak karyawan itu mau dipakai untuk jalan-jalan ke Singapore?  Kalau ada niat, akan terjadi keajaiban, yaitu uang Rp500rb akan cukup bagi tiap pegawai tanpa harus menambah apa-apa lagi (mungkin hanya biaya bikin passport).

Mungkin sisanya dibayar pakai daun hihihi…

Yang jelas, ada sisa dana cash kantor dari tahun lalu yang masih disimpan di brankas untuk keperluan ‘mendesak’ seperti ini.

Ketika ditanya apakah akan berpartisipasi dalam acara ini, entah kenapa gerak refleks otot leher ini adalah ke kanan dan ke kiri!

Yang terbayang adalah suami di rumah sedang bersenang-senang menikmati mengganti celana Salman yang habis pupup pagi-pagi, mengantar Yasmin pipis di kamar mandi, menikmati kopi (black) dan koran pagi dikelilingi Salman yang hobby berthawaf mengelilinginya yang sedang duduk bersimpuh di lantai, sambil berteriak-teriak riang seolah sedang mengejar sesuatu yang menyenangkan.. membujuk Yasmin supaya menghabiskan Milo-nya, karena setan senang dengan anak yang suka membuang-buang makanan (efektif, karena dulu dia suka ikut nonton sinetron ‘setan’ di rumah tetangga, setelah dilarang tidak lagi)… melerai kakak beradik itu supaya tidak rebutan mainan yang sama, karena ada banyak mainan lain dan ada banyak anak lain tidak punya mainan..

D bukan ibu yang perfect, tapi hanya ibu yang mencintai anak-anaknya.. dan  mencintai anak mertua juga tentunya.. :p  C’mon man 😀

Daripada pergi menikmati Singapore yang mirip dengan Mangga Dua dan dapat dibayangkan suasananya melalui gambar di TV atau internet, membuang devisa negara dan melepaskan kesempatan bersenang-senang dengan permata-permata hati, rasanya terlalu berat untuk dibayangkan…. apalagi dilakukan…! Oh no..

Maafkan D teman-teman………

Iklan

5 pemikiran pada “Yumm

  1. hehehe.. I surprised you can cookkkk… !!! now I know more about you as a person, a wife and a mum… 😉

    Btw, Plecing Kangkung is my boyfriend favourite food in Bebek Bali restaurant… 😀

  2. Hai, D.. Dulu kamu pernah kasih saran ke aku, spy aku jgn mbanding2in tulisanku dg orang lain. Kyknya skrg kamu bs ngerti yg aku maksud waktu itu. Ini bkn tentang mbanding2in, tp tentang keinginan utk menulis lbh baik. 🙂

  3. heheh..
    gue bangettt….:)
    mendingan gak ikut rekreasi drpd pergi sndirian tanpa kluarga.
    eniwei, sepakat juga gak, bhw di tlkm ini ada begitu banyak ‘keajaiban’? (cthnya ya itu tadi, 500 rb bisa disulap buat jalan-2 ke singapur).
    heheheheh lagee…:))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s