Pada minggu2 terakhir2 ini media massa ramai dengan issue krisis ekonomi yang kedua.  Para tokoh ekonomi nasional memberi pernyataan yang bertentangan tentang kemungkinan terjadinya kembali krisis.  Buat bingung aja. Tapi D setuju dengan pihak yang menyarankan untuk melakukan antisipasi krisis, yang perlu dilakukan terutama oleh rakyat tak berdosa yang paling tidak diuntungkan, seperti kita ini.  Pihak seperti Safir Senduk, penasehat keuangan keluarga, dan Muhaimin Iqbal, yang akan meluncurkan buku tentang seluk beluk Dinar dan Dirham, dua-duanya menyarankan agar kita menabung dalam bentuk emas.  

Ulama besar Imam Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahwa Allah menciptakan emas dan perak agar keduanya menjadi Hakim yang adil dalam memberikan nilai atau harga.   Maha Benar Allah, hingga kini terbukti bahwa nilai emas relatif tetap tidak berubah dari waktu ke waktu.  Bahkan dikala angka inflasi sudah mencapai tingkat ‘ganas’, nilai emas bisa melampaui kenaikan (atau penurunan nilai?) mata uang yang berlaku.  Dan ini berlaku universal di negara manapun.

Berikut ini dikutip dari buku Seluk Beluk Dinar dan Dirham pak Muhaimin Iqbal :

Sebenarnya sudah beberapa dasawarsa terakhir ini terjadi persaingan yang sangat keras antara para pelaku perbankan dan pelaku teknologi dunia untuk bersaing mendefinisikan uang masa depan.

Beberapa nama perusahaan yang relative belum terkenal, telah melahirkan berbagai uang untuk zaman cyber ini dengan nama-nama seperti Mondex, E-Cash, DigiCash sampai CyberCash. Uang-uang cyber ini telah menemukan pasarnya sendiri-sendiri namun belum dikenal secara luas oleh masyarakat kebanyakan. Sementara itu perusahaan dengan nama global seperti Microsoft, Visa dan Citicorp tentu tidak mau ketinggalan. Mereka tentu sudah lama juga melihat fenomena dan peluang ini, Citicorp bahkan telah menggagas apa yang mereka sebut sebagai Electronic Monetary System.

Nama apapun nantinya yang berjaya di dunia cyber, mungkin bukan Rupiah, bukan juga US$ atau Euro. Mata uang yang akan lahir untuk dunia masa depan ini akan berlaku universal tidak mengenal batas Negara dan mungkin juga bisa lepas dari pengawasan bank sentral dari masing-masing Negara.

Bahkan untuk transaksi dengan uang masa depan tersebut bisa jadi tidak lagi membutuhkan perantaraan institusi perbankan.

Sampai sejauh ini persaingan melahirkan icon uang uang masa depan tersebut belum melahirkan pemenang. Sejumlah masalah masih harus diselesaikan sebelum persaingan ini berakhir.  

Mengapa dinar dan dirham? 

Dinar dan Dirham akan paling siap menjawab permasalahan yang ada sebagai berikut :

Tanya (T):  Akan diberi nama apa uang ini, apa satuannya dan bagaimana mengukur nilainya ?

Jawab (J):Namanya tentu Dinar atau Dirham, satuan dan ukurannya mengikuti ketentuan Khalifah Umar Bin Khattab bahwa 1 Dinar adalah emas 22 karat seberat 4.25 gram. Satu Dirham adalah Perak murni seberat 2.975 gram.

T: Siapa yang mau menggunakan uang ini secara luas ? J: Umat Islam di Seluruh Dunia tentu siap menggunakannya, dan ini berarti sekitar 2.5 milyar penduduk.

T: Negara mana atau perusahaan mana yang berhak mengeluarkan uang masa depan ini ? J: Negara-negara atau bahkan juga mungkin intitusi yang memenuhi syarat dapat menerbitkan uang Dinar dan Dirham – toh ini ini harus dibuat dari bahan emas 22 karat seberat 4.25 gram dan perak murnis seberat 2.975 gram. Siapapun yang membuat tidak terlalu masalah asal memenuhi kriteria standar tersebut.
T: Siapa yang akan mengatur kendali pengawasannya, Bank Sentral Negara mana yang berhak ? J: Bisa disepakati oleh negara-negara Islam seperti OIC, WITO atau kekhalifahan kalau sudah ada.

T: Bagaimana membedakan yang uang cyber sesungguhnya dengan yang palsu ?  J: Uang Dinar dan Dirham yang asli selalu bisa diambil secara fisik dimanapun account tersebut berada.
 

T: Bagaimana melindungi kekayaan dalam bentuk uang cyber dari jarahan orang yang tidak berhak ? J: Dukungan uang fisik Dinar dan Dirham akan membuat uang ini tidak mudah dibobol oleh kejahatan cyber yang paling canggih sekalipun.
 

T: Bagaimana bentuk konversinya ke uang fisik seperti yang kita gunakan sekarang ? J: Uang Dinar dan Dirham esensinya adalah uang fisik, teknologi hanya sebagai alat bantu untuk memudahkan transaksi tetapi tidak menggantikan kedudukan uang fisik tersebut. Jadi cyber Dinar dan cyber Dirham akan selalu convertible ke Dinar dan dirham yang sesungguhnya.

Dan sederet daftar pertanyaan lain yang perlu dicarikan jawabannya dari waktu ke waktu. Islam sebagai agama akhir zaman, insyaallah selalu siap menjawab tantangan kehidupan manusia akhir zaman.

(Kutipan berakhir di sini)
Sekarang pertanyaannya, di mana mendapatkan emas?

Dulu Perum Pegadaian menyediakan layanan Galeri 24 Karat, tapi sejak tahun 2005 sudah tidak lagi melayani jual beli emas karena dilikuidasi.   Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah toko emas besar (Singgalang Blok M, mungkin?)  dan PT ANTAM di Jl TB Simatupang 1 Lingkar Selatan Jakarta.

Bagaimana cara penyimpanannya yang aman?  Bisa di taruh di safe deposit di bank atau di kubur di bawah ubin hehehe

Untuk hari ini, 1 gram emas : Rp 186.000,- ,  Emas untuk tabungan lebih baik dibeli dalam bentuk batangan/koin daripada bentuk perhiasan karena ongkos pembuatan perhiasan tidak akan dihitung pada saat dijual kembali.

Ribet juga ya, kalo harus beli ke PT ANTAM trus bawa2 emas di jalan untuk dipindahin ke bank atau ke rumah.  Tapi ini justru kabar baik dari pak Muhaimin Iqbal:  beliau sudah bekerja sama dengan beberapa bank berbasis Syariah agar dapat meluncurkan produk tabungan emas.  Beliau memberi ‘hint’ bahwa saat ini bank syariah yang sudah siap dengan produk tabungan emas adalah suatu bank swasta asing syariah… HSBC syariah kah?  Jadi kita bisa langsung menkonversi rupiah ke tabungan emas tanpa harus pusing mikirin tempat menyimpannya.

Kita tunggu sebentar lagi.. semoga sebelum krisis terjadi produknya sudah meluncur…. dan kita bisa menyelamatkan nilai tabungan hasil kerja kita  selama ini….. amin… 

Btw, kunjungi site ini untuk mempersiapkan perubahan paradigma emas ini…  www.dinarclub.org

Iklan

12 pemikiran pada “Get Ready For Gold

  1. Din, Allah menciptakan emas yg berkilauan bg penglihatan kita, tetapi Allah juga mengajarkan kita untuk tidak memberi makanan jiwa dengan materi.
    Din, aku suka analisamu ini, apapun mata uang kita nanti, yang penting berpihak pada rakyat kecil ya….

  2. Mengingat hukum kelembaman, mungkin mata uang kita masih IDR.. tapi jangan khawatir karena mata uang tabungan kita bisa beda. Aku nulis ini bukan karena matre lho hahaha cuman sebel aja kalo tadinya tabunganku bisa buat rencana renov rumah tahun ini jadi harus mulur lagi..

  3. D,.. matre juga gak papa kok… Nabi Muhammad aja menikah janda terkaya di kotanya… hehehe… pasti ada hitung-hitungan realistis materialistis-nya pada saat itu. (aku baca di Mohammednya Karen Amstrong). Soalnya waktu itu diidentifikasi, jatuh cintanya sebenernya sama wanita lain… 😉

    Jesus berteman dekat dengan Pelacur Terkaya di jamannya… Maria Magdalena… 😉

  4. Situs itu direkomendasikan oleh pak Muhaimin Iqbal sendiri, yang bikin koleganya beliau. Saya pikir valid, karena yang bikin ahlinya. Malah nanti di situs itu akan dikembangkan dengan pelayanan pembelian dinar/dirham. Saya sudah pernah cek, tapi sepertinya masih dalam konstruksi.

  5. waktu ramadhan kmarin sempat beli dinar @929rb an. Skarang kurs nya dah naek ampir jd 1jt-an.
    Cocok deh pindah ke dinar buat nabung biaya sekolah anak2 nanti.

  6. D, excellet aalysis……
    cuma kalo untuk invest mendingan emas lantakan 24 karat aja dech, more save n tetep cinta tanah air. Aku kok nangkap gerakan dinar/dirham unsur ideologinya kenceng banget yah.
    mari menabung emas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s