(Blogroll ini ditulis tadi malam sebagai berikut : )

Malam ini kepala D kena ‘tendang’.

Seorang teman mengkritisi bahwa isi kolom ‘about’ harusnya menerangkan siapa diri kita sesungguhnya, lepas dari atribut2 yang melekat pada diri kita, seperti anak, istri, suami, pekerjaan hoby, bentuk fisik dsb, karena hal-hal itu adalah hal yang dapat berubah.  Artinya, bila kita mengidentifikasikan diri dengan hal-hal itu bisa menyebabkan kita suatu waktu jadi kehilangan identitas.  Teman itu khawatir D frustasi, oleh karenanya dia menyarankan agar D mengisinya dengan penggambaran ‘spiritual enlightenment‘ entah apa itu artinya, D is about to find out.

Saat itu D balas serampangan bahwa D sendiri memang masih dalam upaya pencarian identitas, makanya memilih nickname ‘whoami‘ dan mengisi kolom ‘about’ dengan ‘I’m a mother of two, working long hours 5 days a week, no house maid on weekend/holidays and still struggling to find who is ‘D’?

Tapi malam ini, beneran deh, saat menikmati some ‘me- time’ (karena sepulang kantor -tumben- anak2 sudah dalam keadaan tertidur mungkin lelah bermain), dengan main game Match (TM) yang kurang seru itu, tiba-tiba datang pemikiran di kepala ini entah ilham dari malaikat atau bisikan dari setan (masih dianalisis mana yang benar) bahwa ‘whoami‘ adalah……  

kamu bakal kaget dengan terusannya.

……….tiada………………

Apa??

That’s right brother (D mendengar echo Jarwo Kwat dari Republik Mimpi (TM)).

Tapi.. lho.. D jadi bingung sendiri, kenapa jawabannya ‘itu‘?  Lau kembali datang ilham (atau bisikan, masih belum tahu mana yang benar karena datangnya pada saat main game) :  ya, ‘whoami’ adalah tiada, kecuali bila beramal sholeh dan memiliki anak yang beramal sholeh..

Kyaaaaa…

Tiba-tiba D menggigil, malam ini, game ini harus ditutup (sudah mentok skornya), harus langsung menulis ini agar tidak lewat begitu saja, dan harus langsung diupload besok pagi.  D tak dapat memikirkan yang lain kecuali menulis ini, membiarkan jari-jari hidup dengan sendirinya untuk melukiskan pencerahan ini.

(Btw inikah yang disebut spiritual enlightenment?)

Tanya :  Jadi, D ‘ada’ bukan karena ‘D membuat blog’?

Jawab :  Bukan, sayang, bukan.

Adam, seperti kita yakini adalah manusia pertama yang diciptakan Allah.  Adam bisa menyebutkan nama-nama ciptaan-Nya, karena Adam diberi kemampuan oleh Allah untuk mengenali ‘hakikat’ ciptaan-Nya.

Sesungguhnya, nama yang dimiliki suatu ciptaan adalah hakikat dari ciptaan tersebut.  Oleh karenanya orang tua wajib memberikan nama panggilan yang baik bagi anak-anaknya karena itu akan menjadikan hakikat si anak, yang akan mengejawantah dalam bentuk rupa maupun sifat yang dimiliki si anak.

Jadi, apa arti ‘Adam’ sesungguhnya?

Oh, maafkanlah bila ulasannya kurang bermutu.  D bukan ahli filsafat, ahli hakikat atau ahli agama, tapi kebetulan memiliki pengetahuan bahwa Adam terdiri dari dua suku kata A – Dama (Arabic).

A       :  tidak (seperti a susila, a theis dst)

Dama:  eksis, ada

Adam, atau Manusia, itu tidak ada!  Oh, jangan bilang kamu kaget dengan pernyataan ini.   Rasullullah menegaskan bahwa manusia setelah kematiannya, di alam kubur hanya akan ditemani amalannya.  Baik atau buruk.  Tidak ada harta dunia yang dapat dibawa serta, apapun itu.

Setelah kematiannya, seseorang tidak ada lagi di dunia kecuali jejak-jejak hasil perbuatannya, walaupun itu hanya sekecil butir zarrah (atau quark) tapi ada ripple effectnya yang akan terus terasa dan mempengaruhi manusia lain yang masih hidup.  Baik itu perbuatan yang bermanfaat atau sebaliknya.

(Ternyata, bila kita mau berpikir, apa yang telah diterangkan dalam AlQuran adalah logis adanya…  Subhaanallaah..) 

Analisis itu berakhir sampai di sini.

Kini D yakin bahwa malaikatlah yang berperan menurunkan ilham ini, untuk D tulis pada malam ini,  untuk D publish keesokan harinya, untuk dibaca oleh orang yang digerakkan hatinya oleh Allah untuk membacanya.

Setelah itu terserah….

Jadi, whoami telah menemukan siapa dirinya, whoami sudah menjawab apa jati dirinya malam ini, semoga tidak ada lagi yang mempermasalahkan whoami dan mengapa nickname whoami..

Selamat malam.. 

(Blog ini berakhir sampai di sini.)

Iklan

3 pemikiran pada “Whoami

  1. “Who am I?” has no answer to it; it is unanswerable. Your mind will supply many answers. Your mind will say, “You are the essence of life. You are the eternal soul. You are divine,” and so on and so forth. All those answers have to be rejected: NETI NETI – one has to go on saying, “Neither this nor that.”

    When you have denied all the possible answers that the mind can supply and devise, when the question remains absolutely unanswerable, a miracle happens: suddenly the question also disappears. When all the answers have been rejected, the question has no props, no supports inside to stand on any more. It simply flops, it collapses, it disappears.

    When the question also has disappeared, then you know. But that knowing is not an answer: it is an existential experience.

    taken from osho.com not my own experience 🙂

  2. Din,
    menulis itu ibarat semakin malam semakin panas, dan di malam yg terujung dan terhening, manusia akan kembali pada dirinya sendiri. Kembalikan pada teori relativitas, jangan menghitung apa2 yg sepertinya dapat dihitung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s