For those who had read Spencer Johnson’s Book ‘Who Moved My Cheese‘..

Sudah baca analisis rekan kita Diatherman Anggen di KAMPIUN (TM) mengenai Studi Kasus Flexi vs Esia – How to fight low cost rivals?  Betapa manajemen TELKOM telah salah langkah mengabaikan Esia sebagai kompetitor yang ‘akan mati sendiri’ karena strategi harga murahnya. Olala, kalau mau tau, baca aja selengkapnya di KAMPIUN (TM). 

Untuk saat ini, karena kompetitor sudah menunjukkan kekuatan ‘otak’ dan ‘otot’nya, maka pilihan yang ada bagi produk Flexi (TM) adalah ‘learn to live with smaller company’ yang artinya….. ?

Bila DFWN di spin off, maka Flexi (TM) akan dapat bersaing dengan kompetitor beratnya Esia (TM) dan Fren (TM). Tapi bila demikian, mungkin TELKOM yang kegemukan beban tidak akan dapat berdiri tegak lagi.   

Ini yang akan terjadi bila manajemen commit terhadap perkembangan bisnis perusahaan (bukan perkembangan perusahaan) : Exit System tidak lagi berupa tawaran PENDI atau MPP dipercepat, tapi sudah PHK besar-besaran, semata-mata agar TELKOM bisa lebih lincah surfing di atas gelombang perubahan yang menderu-deru.   

Terlepas hal ini akan terjadi atau tidak (tapi menurut D sama bodohnya dengan mengharapkan virus tidak mendelete semua isi dokumen Words yang ada dalam hardisk), pertanyaannya hanya ini:  Siapkah kita bila sewaktu-waktu tidak lagi menjadi karyawan TELKOM?

Who moved my cheese…? Whoo? Whoo? (Baca: huhuu..)  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s