Tulisan ini dipersembahkan untuk Indah dan teman2 calon Band III…. 

Supaya tidak menerka-nerka apa isi blog kali ini, langsung D beri judul yang tidak akan menipu 😀  mudah2an.

Memang enak punya relasi di HRC, pusat kegiatan ‘hajat hidup orang banyak’.  Walaupun di sana kegiatannya belaka administratif, tapi orang bisa terganggu motivasi kerjanya bila info-info mengenai ‘insentif’, ‘promosi mutasi’, atau ‘kentudas’ terlambat datang.  Oleh karena itu jangan pernah mengabaikan aktivitas pelaporan update data karyawan, pembuatan SKI, penilaian kompetensi bahkan sekedar tugas sederhana seperti mengisi absensi (pesan sponsor-red).

Kembali ke topik semula.

Kemarin D sudah berjanji untuk memberikan ‘rembesan’ mengenai trik2 lulus assessment jabatan.  Walaupun sebenarnya kurang etis bila dipublikasikan…. wah hati nurani jadi menentang nih gimana ya..

Jadi ditulis di sini nggak ya…. 😦

Hmmmmm…..

Waaaah……………………………

…………………

Kok jadi bingung begini?

Tapi udah janji nih…

Ok deh.

Berdasarkan pertimbangan bahwa:

1.  Udah janji.

2.  Manusia mudah lupa setelah membaca suatu hal yang tidak bersinggungan langsung dengan kepentingannya saat ini.

3.  Assessment dilaksanakan oleh para psikolog yang ahli di bidangnya dengan metoda yang teruji melalui berbagai jenis test yang valid, sehingga hasilnya akan cukup akurat mengukur kapasitas seseorang sebagai bahan penilaian kesiapan ybs untuk menduduki jabatan tertentu, dan ‘rembesan’ yang D tulis di sini tidak akan berpengaruh banyak secara langsung seperti halnya bimbingan test untuk SPMB.

Ok.. Here we go… 

Warning: Yang menulis tulisan ini belum pernah mengalami assessment jabatan jadi validitas tulisannya mohon dimaafkan… hihihihihi

Assessment jabatan itu kan untuk mengukur kapasitas seseorang di berbagai dimensi yang mutlak dimiliki oleh seseorang yang akan menduduki jabatan tertentu.  Apa saja tolok ukurnya? Kompetensi (teknis dan manajerial), tentu semua sudah tahu.  Jenis testnya mungkin yang ini: disodori kasus kemudian ditugaskan untuk membuat disposisi pada bawahan.  Test ini juga bisa mendeteksi type kepemimpinan peserta test.  Apakah dia type kolerik, plegmatis, sanguine atau melankolis? Apakah dia type otoriter atau situasional? Apa dia punya kompetensi teknis atau sekedar mendelegasikan pekerjaan tapi tidak bisa membimbing?

Kemudian, karakter.  Itu sudah pernah dibahas di blog sebelumnya.  Jenis testnya berupa 100 buah soal multiple choice tentang hal2 yang paling menggambarkan diri kita. Di dalamnya ada beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk uji konsistensi jawaban peserta.  Bila peserta seseorang yang konsisten maka dia akan lolos di sini..

Kemudian apa lagi? Nah ini dia yang menjadi batu sandungan  dari kebanyakan peserta assessment ini, sehingga hasilnya menjadi ‘not ready‘.

Kerjasama.

Ada satu sesi test yang mengkondisikan setiap peserta menjadi emosi ketika dihadapkan pada suatu kasus, sehingga memancing tampilnya karakter asli peserta test. 

Setiap langkah yang diputuskan manajemen berikutnya akan berdampak terhadap untung ruginya perusahaan, OLEH KARENANYA BEKERJASAMALAH.  Jangan saling menyalahkan. Jangan menuding pihak lain sebagai pembuat kesalahan.  Berikan solusi.  Dst.  Kamu mungkin lebih tahu…  Tapi pada saat ‘moment of truth‘ adakah yang bisa lolos test ini..? 

Now

I have told you all i know about Job Assessment.  It’s up to you to be…………. or not to be….. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s