Awalnya dari kalimat ini (tidak persis demikian, tapi intinya mencakup insyaAllah), yang pernah ditulis dalam buku Ihya Ulumuddin Imam Gozhali :

“Betapa berat orang yang memegang ilmu, karena kelak dia harus mempertanggungjawabkan ilmunya di hadapan Allah swt.  Apakah ilmu itu diamalkan?  Bila ya, apakah diamalkan untuk hal-hal yang diridhoi Allah swt?  Bila ya, apakah amalnya itu dilaksanakan secara ikhlas? Bila ya maka selamatlah ia.”

Tidak semua orang yang berilmu menyadari hal ini, maka disini  D tulis untuk mengingatkan terutama diri sendiri dan orang-orang yang (merasa) berilmu, tapi ilmunya hanya disimpan di laci.

*What?

Ya, kalo bisa meniru orang Tionghoa yang walaupun tidak punya ijazah sarjana tapi bila punya ilmu membuat pisang goreng yang enak, dia bisa buat ilmu itu untuk membuat dia kaya raya.  Tidak seperti banyak lulusan sarjana S1 atau S2 yang setelah lulus bingung nyari kerja dan  akhirnya ijazahnya hanya disimpan di laci.

Dalam beramal, selayaknya dengan menggunakan ilmu.  Bila diberi kepercayaan untuk memegang tanggung jawab di bidang tertentu, galilah dulu ilmu agar pekerjaan bisa dilaksanakan lebih mudah dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

Perhatikan sabda Rasul berikut : “Bila sesuatu pekerjaan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya”. 

Maka dari itu, hati-hatilah para pemimpin, bila mendelegasikan pekerjaan/tanggung jawab kepada anak buah maka pilihlah anak buah yang ahli pada pekerjaan tersebut, atau bekalilah dulu anak buah dengan ilmu yang diperlukan, bila tidak ingin hasil pekerjaan itu hancur..

Adalah hal yang banyak terjadi pada saat transformasi organisasi dimana orang-orang banyak dipaksa untuk ‘direbahkan’ sesuai posisi yang ada dalam struktur organisasi, padahal kompetensinya tidak sesuai, atau ada gap yang besar antara job spec dengan kompetensi personilnya tapi tidak segera ditindaklanjuti.

Careful Infratel and HRC ..  too many cases as such and see what happen next. 

Iklan

3 pemikiran pada “Bila pekerjaan tidak diserahkan pada ahlinya..

  1. Setuju, dan jika semua orang di Telkom sadar bahwa bukan masalah lamanya bekerja atau pertemanan, tapi ahlinya… maka perusahaan ini akan keep going… 🙂

  2. hahaha…. tapi topik ini gak menarik Din buat aku. Jadinya setuju aja… this is the same disease we never have the heart to heal it…

    hanya keledai yang masuk lubang dua kali… oppss… keledai dan orang Telkom… 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s