Perempuan Banget!

Rumah Hybrid : Minggu 7 (Selesai)

Posted by: D on: Maret 24, 2008

Mudah-mudahan tidak bosan membaca update tentang yang satu ini…  :D

.

Ayah

Aku tidak keberatan cowok ganteng yang satu ini mondar-mandir di rumah :D  

Pemirsa, rumah hybrid kami telah selesai pembangunannya.  Jadi cerita apa lagi yang harus disampaikan?

Apakah itu mengenai finishing obyek bambu?

Vernis pada bilik

Bilik itu memendarkan cahaya setelah divernis.

Untuk proses finishing, pertama batang bambu dikuas dengan soda api untuk mencuatkan warna bambu yang bagus, baru di cat vernis.  Mungkin ini yang dimaksud dengan metoda pengawetan bambu?  Sebenarnya, agar bambu awet berpuluh tahun, prosesnya telah dimulai jauh-jauh hari sebelum bambu ditebang.  Sudah kuceritakan sebelumnya di sini.  

Teras belakang juga sudah rapi. 

.

Teras BelakangLantai MozaikTeras Belakang 2

Apakah itu mengenai instalasi listrik? 

Stop KontakInstalasi Listrik 

Kabel listrik disembunyikan dibalik bilik.  Tentu saja kabel harus memiliki kualitas baik karena resiko bilik terbakar sangat tinggi.  Mungkin kami perlu menyimpan APAR di rumah. Hmmm… just a thought.  

Apakah itu mengenai rasanya masuk ke rumah bambu?

Terus terang saja, global warming yang digembar-gemborkan oleh Al Gore, langsung dianulisasi ketika masuk ke bagian rumah bambu kami.  Tetangga satu blok yang telah menginspeksi rumah kami karena penasaran, telah mengakuinya.   

Aku mau jual AC Plasma Cluster 3/4 PK ku 1 unit, ada yang mau beli? (update:  sekarang sudah laku terjual… hehe alhamdulillah)

Sekarang mengenai pergola..

.

Tampak Depan

Kala bermaksud mampir nanti, anda tak kan salah rumah.

.

Lantai Carport

 .

Lantai Carport menggunakan batu sikat.  Batu yang disikat :P

 Lantai Teras 

Anak-anak kuperbolehkan berguling-guling di sini kalau mereka mau.

.

Lantai Teras Depan 2Pemandangan dari TerasPintu depan

Pintu depan rumah, agak sempit, menyesuaikan dengan ruang yang ditinggalkan bekas jendela sebelumnya.  Walau demikian, bukan berarti kami tidak menyambut setiap tamu yang datang berkunjung.

 ~;@*@;~ 

.

Ada satu hal yang kupelajari dari rumah bambu kami. 

Batang bambu betung, bambu ikat, bambu tali dan lainnya yang menjadi bahan pembangun rumah kami, bukanlah material yang disintesa dalam pabrik.  Dia ditumbuhkan di alam, oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Jadi jangan berharap mendapatkan kesempurnaan presisi di sana-sini, atau kesempurnaan warna yang rata.  Sudah buatannya bahwa bambu besar di pangkal, kecil di ujung.  

Bagaikan anggota keluarga kita yang memiliki kekurangan dan kelebihan, bila dicintai tanpa syarat, dia akan bertumbuh optimal sesuai dengan tujuannya hidup di dunia.

~;@*@;~ 

“Ketidaksempurnaan melahirkan keindahan.  Keindahanlah yang melahirkan kesempurnaan.”  ~Dina~

21 Tanggapan ke "Rumah Hybrid : Minggu 7 (Selesai)"

sedikit koreksi untuk batu sikat, prosesnya batu tidak disebar dan disiram dgn pasta semen terus disikat supaya batunya timbul, tetapi diatur (istilahnya, ”ditandur” seperti tanam padi). pertimbangan teknis metode terakhir lebih kuat.

Ok deh kaka… terima kasih atas penjelasan teknisnya.

Hi Dina,

Kalau boleh disiarkan sekali gambar bahagian dalam rumahnya untuk tatapan umum supaya lebih jelas akan apa yang dimaksudkan dengan rumah bambu dalam erti kata sebenarnya…… boleh ya buk????

Permintaan yang sulit ditolak.
Sayangnya foto2 yang memuat bagian dalam belum sempat saya download dari kamera. Foto di atas saya ambil menggunakan PDA yg kemampuannya terbatas, dan bagian dalam rumah agak terlihat gelap (blitz lampnya kurang baik). Mungkin minggu depan baru bisa saya update (minggu ini sedang sibuk dengan kantor).
Atau.. bagaimana kalau langsung memeriksa lokasi saja :D ..

Oh….sudah tentu saya akan kesana.Apalagi sememangnya saya tinggal disalah sabuah rumah bambu Pak Jatnika semasa di Cibinong nanti.Saya difahamkan rumah Ibu berdekatan dengan rumah Pak Jatnika.

Bagus dan elegan Din, rumah bambunya…
Aku juga lagi nyari inspirasi buat bangun rumah di Bali yang back to nature… mungkin nanti aku contek rumah bambumu.. :)

Kira-kira berapa biaya per meter perseginya ya ?

@Pak Ramadhan : sila menyambangi rumah kami yang sederhana .. :D kami baru akan mengisinya sabtu-minggu ini.
@Honey : japri aja ya Hon, besok. Ato kamu baca tulisan pada halaman ‘rumah bambu’ (linknya ada di sub menu blog ini).

Asik.. rumah baru udah jadi. Makan-makan!

Nyammm.. biar matching, menunya nasi liwet, pepes ikan, lalapan, sambal 7 rupa (ci**uk banget…)

wah rumahnya keren banget, ngga perlu pake AC udah dingin ya?

*kapan ya bisa punya rumah sendiri..mudah2an bakalan mencontek ide rumahnya embak deh :D

Tepat bos, rumah bambu berkarakter dingin di siang hari, dan hangat di malam hari. Mengapa? karena batang bambu menyerap dan menyimpan udara yang dapat menstabilkan suhu ruangan yang pas untuk manusia.
Sekalian mengurangi konsumsi listrik PLN, biar nggak kena disinsentif…! *YESS!*

btw, yang bambunya yang mana aja ya… sepertinya aku masih melihat tembok batu
wahh.. asyikk nih main ke sini, jauh gak dari kebon sirih

Dari kebon sirih deket Dev, cuman sekali naik. naik taxi. perjalanan 3 jam. :D
untuk bambunya, coba trace dari link ke halaman rumah bambu yg di atas itu lho…

Maaf..saya enggak berkensempatan berkunjung kerumah ibu tempoh hari,dan sekarang saya telah kembali ke Kuala Lumpur.Mungkin dimasa yang terdekat ini ada kelapangan untuk kesana lagi…….maaf sekali lagi…………..

Tidak mengapa pak, secara kami juga belum siap menerima tamu kecuali kerabat dekat, karena memang masih agak berantakan. Kecuali bapak mau bantu-bantu beres-beres barang di rumah saya hahahaha… kidding :D

[...] Kedua, boyongan dari rumah kontrakan ke rumah baru karena waktu kontrakan kami sudah mencapai tenggat akhir bulan lalu.  Lebih baik aku tidak cerita [...]

waduh…
ga rugi nih aku ngecek blog yang direkomendasi ama mas yudi
rumahnya keren….
n salut buat tema mendukung “global warming”-nya…
kapan2 disempetin mampir deh buat sidak… hhehehehe

Sekeren apa sih? coba aku lihat dulu…
Oh wow! ternyata nggak keren kok! tapi KEREN BANGET!
*narsis on*
btw, setelah diisi barang-barang, banyak yg gak matching.. rasa2nya jadi perlu banyak ganti barang nih … hahahaha ujung2nye…

rumah nya bagus sekali, itu benar benar rumah idaman, saya ingin sekali rumah seperti itu kira-kiranya mahal gak yah biayanya?

Biayanya jelas nggak lebih mahal dari rumah permanen, namana juga berbahan bambu, yang bisa diperbarukan di kebon hehe…
Hayo cari data harga pembuatannya di posting2 di blog ini… aku udah pernah bahas kok.

Salam kenal mba, iseng2 mampir ni padahal tadinya googling testimoninya Dr. Windu aja ternyata keasikan ngikutin prtoses pembangunan rumah bambunya yang unik. Kapan2 boleh mampir ya sekalian silaturahmi siapa tau dapet inspirasi soalnya lagi rencana bangun rumah pake batu ekspos dan kayaknya asik juga di combine dengan bambu. Boleh di email alamatnya mbak. Hatur nuhun…

Tinggalkan Balasan

Author

Tentang

RSS All of D

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Hello Visitor!

Terima kasih telah mengunjungi blog ini

  • 49,741 kali :)

Yang Ninggalin Jejak

D di Rumah Bambu
D di Rumah Bambu
D di Rumah Bambu
D di Rumah Bambu
D di Rumah Bambu

Saya mendukung gerakan ini…

Stop Bugil